Eksplorasi 4 Pulau | Part 3: Hi.. Pulau Pramuka


Pagi ini aku terbangun, karena suara ribut didepan kamarku. Temanku Kaysan & Katya sibuk mencari sepatunya yang hilang, dan ada sepatu tak bertuan tergeletak di depan gerbang. Entah bagaimana ceritanya, akhirnya mereka menemukan sepatu masing-masing. Dan, karena kami semua sudah terbangun, kami pun mulai packing dan bersiap meninggalkan base camp kami.

Selesai packing, semua anggota Eksplorasi Pramuka OASE 2018, berfoto bersama. Setelahnya, kami muali berjalan menuju dermaga. Karena kami sudah tau jalan pintas menuju dermaga, kami tidak perlu muter-muter lagi.

Setibanya di dermaga kami mulai mengumpulkan ID Card untuk diberikan pada mentor kami. Ternyata kami tiba 30 menit lebih awal dari jadwal kedatangan kapal. Jadi kami memutuskan untuk mengisi waktu dengan berbincang, ada juga main perosotan di tangga yang tersedia.


Main perosotan di tangga, Pic: Kak Ali
Aku pikir, ada gunanya juga, kami tidak diperbolehkan membawa gadget selama ekspedisi. Jadi, mau tidak mau kami harus berpikir lebih kreatif untuk mengisi waktu luang kami, agar kami tidak menjadi bosan.

Akhirnya Kapal yang akan membawa kami dari Pulau Untung Jawa menuju Pulau Pramuka. Masih Kapal yang sama, yang membawa kami dari Pelabuhan Sunda Kelapa dua hari yang lalu. Jadi, tidak perlu saya jelaskan lagi, kendaraan kami cukup nyaman. Namun tentu saja, sebagai persiapan, aku minum obat anti mabuk laut.

Saat memasuki kapal, aku melihat banyak penumpang yang memilih untuk beristirahat. Kami pun mulai memilih Kasur, agar bisa merebahkan badan. Selama perjalanan, aku hanya bengong, tidak tau harus mengerjakan apa. Aku coba baca buku, menulis, atau menggambar di buku sketsaku, tapi hasilnya aku jadi mual. Sepertinya angina cukup kencang, karena aku merasakan kapal yang terombang-ambing.

Di Pulau Pramuka kami bertemu dengan Kak Melli Belia. Beliau adalah Kakak Pembina di Ekspedisi Pramuka Oase Tahun yang lalu. Nah kak Melli ini yang akan menggantikn kak Lala, karna di hari Kamis Kak Lala ada urusan penting.

Hari sudah siang, kami pun mampir ke masjid untuk ibadah. Aku melanjutkan menulis Jurnal di halaman belakang Masjid. Sambil menunggu teman-temanku beribadah. Lalu mengobrol dengan Tata dan Ratri juga kak Melli. Setelah selesai sholat kami semua pindah kedepan Masjid untuk menaruh tas. Sebelum pergi kami berkenalan sebentar dengan Kak Melli karna banyak yang anak baru, termasuk Aku.

Setelah itu kami pergi mencari makan siang dan berbelanja kebutuhan yang lainnya. Menu makan siangku adalah Telor kecap dan teri kacang. Selesai makan, buru-buru aku pergi ketempat menaruh carrier, untuk mengambil botol minumku yang tertinggal di carrier.

Saat kembali ketempat kami makan, ternyata makanan pesanan Trisha belum juga dibuat. Usut punya usut, ibunya lupa. Karena Trisha masih makan, aku dan Andini menemani Trisha, sedangkan Anja dan Ratri pergi berbelanja.

Selesai belanja dan makan siang, semua kelompok pergi ke tempat menaruh tas lalu kami berbaris rapih dan menuju tempat penyebrangan kapal. Dari Pulau Pramuka, kami menyebrang menggunakan Kapal kecil menuju Pulau Karya.

Sesampainya di kapal aku menaruh tas dan pindah duduk dibelakang tapi karna di depan sepi, aku pindah lagi duduk di depan. Angin yang cukup kencang terasa memukul-mukul wajahku. Belum lagi cipratan air yang dibawa oleh angin. Namun pemandangan di depan mataku sangat indah, air lautnya yang bersih, sampai aku bisa melihat dasarnya. Ada bulu babi di dalam airnya dan ikan bercorak merah muda.

Sesampainya di Pulau Karya, kami diantar oleh penjaga ke area camping ground, Sebenarnya aku agak kecewa karna camping ground nya berbentuk seperti Lapangan Bola. Apalagi ada bapak-bapak yang bilang kalau Pulau Karya itu angker. Dan ada banyak larangan seperti jangan keluar jam 10 malam. Dalam hati aku berkata, ‘wah… banyak pohon, nanti malam pasti gelap banget’.

Kami sekelompok membuat tenda bersama, tapi ternyata tenda yang dibawa oleh ketua kelompokku, Ratri, kekecilan. Jadi Ratri harus tidur di tenda sebelah, untung kelompok sebelah mau berbagi tendanya untuk menaruh barang.



Karena sudah Sore kami memasak bersama. Kelompok kami Dublop, membuat Nasi Liwet. Tapi nasinya gagal. Bagian luarnya lembut tapi dalamnya masih belum amatang. Gas yang kami bawa pun ternyata tidak cukup. Akhirnya nasi setengah matang, menjadi makan malam kami. 

Setelah selesai makan malam, mamaku menelpon dan kami berbicara tentang penjemputan di hari jumat nanti.

Setelah itu kami bermain werewolf  dan aku selalu dapat kartu yang sama. Karna sudah malam kami pergi ketenda dan tidur.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kemping ceria Pramuka OASE

5 Cara Menolong Orang Tenggelam

Zero Waste Adventure